BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Jumat, 19 Maret 2010

Visi Dan Misi


1. Menjadi pengusaha lele yang besar sehingga bisa memasok lele hingga keluar daerah dan mempunyai penghasilan yang besar.
2. Menciptakan Lapangan pekerjaan bagi penduduk sekitar
3. Meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar
4. Mengajarkan masyarakat tentang budidaya ikan lele

Analisis swot

1.Kekuatan
a.ditunjang dengan modal yang cukup memadahi
b.Mempunyai buku paduan budidaya ikan lele dan mampu memahami dan menguasai dari pembuatan kolam,pemilihan bibit yang baik,PH air yang ideal untuk pertumbuhan ikan,hingga pemanenan serta pemasarannya.
c.Mempunyai lahan ataupun kolam yang cukup memadahi.Dari kolam untuk pembibitannya sampai kolam pembesaran.
d.Mempunyai sarana dan prasarana penunjang pembudidayaan ikan lele yang cukup memadahi.
e.Luasnya pemasaran hasil budibaya ikan lele khususnya yang nantinya pada saat musim panen ikan lele.
2.kelemahan
Pada dasarnya kelemahan ataupun kesulitan yang kami temukan selama ini didalam pembudidayaan ikan lele antara lain:
1. Sulitnya mendapatkan bibit ikan yang mempunyai kwalitas yang baik.
2. Berkaitan dengan permasalahan yang pertama,seringnya bibit ataupun air yang terserang bakteri yang nantinya dapat mempengaruhi kelangsungan hidup benih ikan yang ada.Jadi tidak kami ragukan lagi apabila terdapat bibit ikan lele yang tidak baik(cacat),sudah pasti ikan tersebut akan mati.
3.peluang

Melihat dan mempelajari dari berbagai pengalaman yang kami dapatkan selama 5Th menggeluti dunia perikanan,budidaya ikan lele cukup mudah dan menjanjikan keuntungan yang cukup besar. Pasalnya budidaya ikan lele ini terbilang cukup mudah dari pada ikan yang lain,dari perawatannya sampai sistem pengairannyapun tidak terlalu merepotkan,selain itu pada dasarnya ikan lele mempunyai kemampuan untuk bertahan hidup yang cukup tinggi sekalipun hidup dilumpur,karna dari sekian banyak species ikan didunia ini hanya ikan lele lah yang mempunyai gurat sisi. Sedangkan ditinjau dari pembesaran benih sampai waktu pemanenannya budidaya ikan ini hanya memerlukan waktu 3 bulan.,
Berikut rincian hasil laba yang kami peroleh dalam 1x panen:
 MODAL AWAL
 Pembelian bibit 5000 ekor ikan lele,
Harga per @Rp100,sehingga 5000x100=Rp500.000,00
 Persediaan pelet untuk 5000 ekor ikan lele selama 3bulan kedepan kurang lebih membutuhkan 7karung pelet,
Harga per karung Rp140.000,00,sehingga 7x153.000=Rp980.000,00
 Sehingga modal awal yang kami keluarkan untuk 1x panen dengan kuwantitas 5000 benih ikan lele yaitu sebesar Rp1.480.000,00
Sedangkan hasil yang nantinya kita peroleh dari contoh pembudidayaan diatas setelah 3bulan berlalu dan memasuki musim panen,kami misalkan dari 5000 benih diatas mati 20%,sehingga 20% dari 5000 benih tersisa 4000 ekor yang dapat dipanen.
 HASIL PANEN
 Tersedia 4000 ekor yang siap panen,sehingga jika ditimbang ada 450Kg(1Kg berisi antara 8-9 ekor).Sedangkan harga per Kg Rp10.500,00.Sehingga 450x10.500=Rp4.725.000,00
 Dari hasil satu kali panen tersebut besarnya pengasilan yang dapat kami peroleh adalah sebesar Rp4.725.000,00

 KESIMPULAN
 Besarnya keuntungan bersih yang dapat kami terima dari satu kali budidaya ikan lele dalam jangka waktu 3bulan dengan kuantitas benih sebanyank 5000 ekor adalah:
Rp4.725.000,00 – Rp1.480.000,00 = Rp 3.245.000,00
 Cukup memjanjikan bukan keuntungan yang dapat kita peroleh dalam satu kali pembudidayaan ikan lele.
4.Ancaman
Berbagai ancaman ataupun resiko yang muncul didalam pembudidayaan ikan lele ini antara lain sebagai berikut:
a.Banyaknya persaingan antara pembudidaya yang satu dengan yang lainnya baik dari sesema pembudidaya ikan lele atau dari pembudidaya ikan yang lainnya.
b.Berlebihnya jumlah ikan lele yang beredar dipasaran pada saat musim panen,menyebabkan merosotnya harga ikan lele,yang pastinya dapat merugikan pembudidaya,bahkan karena ancaman ini pembudidaya bisa mengalami gulung tikar karena besarnya kerugian yang ditanggung.
c.Terjadinya perselisihan ataupun kecemburuan sosial antara sesama pembudidaya ikan yang dapat menyebabkan persaingan yang tidak sehat yang bisa terjadi kapan saja.
d.Pada saat pergantian musim,kebanyakan benih ikan lele yang kita budidayakan akan sedikit terganggu kelangsungan hidupnya,karenanya musim yang tak menentu dan dapat berubah sewaktu-waktu, sedangkan pada saat musim panas banyak bibit lele yang baru berusia sekitar 3minggu mati,karenany pada dasarnya kulit ikan lele belum cukup kuat untuk menehan panas yang berlebihan.

Pasar Yang Di Bidik

Pada dasarnya pemasaran untuk hasil panen budidaya ikan lele khususnya sangatlah luas. Berikut ini adalah pasar yang kami bidik untuk pemasaran hasil panen:
1.Pasar Ikan ( PERIKANAN)
Pasar ikan merupakan tempat pemasaran yang kami anggap paling menjanjikan, karenenya disinilah tempat berkumpulnya para pembudidaya ataupun para pengepul ikan,sehingga dari pasar ikan ini bisa kami harapkan bisa mendapatkan harga ataupun penawaran tertinggi untuk hasil panen kami.
2.Pengepul ikan
Alternatif ke dua ini kami lakukan jikalau di pasar ikan hasil panen kami tidak maksimal,keuntungan yang kami perolah dari penjualan ke pengepul ikan langsung ini ialah dari segi tenaga pasalnya kegiatan pemanenan sampai penimbangan menjadi tanggung jawab si pengepulnya,dengan kata lain si pengepulnya yang datang kerumah kita.
3.Para pedagang
Pilihan terakhir ini kami lakukan jikalau hasil panen lele berlebihan,misalnya saja pedagang masakan padang ataupun pecel lele.Karenanya lagsung dari kami (pembudidaya) kebanyakan dari mereka mau membeli dalam jumlah yang lumayan banyak, karenenya harga yang kami berikan tentunya lebih murah dari pada mereka membeli dari pengepul ikan.

Strategi Pemasaran


Strategi pemasaran yang kami lakukan didalam pemasaran hasil panen ikan lele tentunya saling berkaitan dengan pasar yang kami bidik dalam pemasaran.Antara lain:
1.Apabila pada saat musim panen ikan harga ikan lele kususnya dipasaran sedang tinggi, tentunya kami akan memasarkan hasil panen ke pasar ikan (PERIKANAN) yang nantinya kami harapkan bisa mendapatkan harga yang semaksimal mungkin.
2.Sedangkan apabila harga jual ikan sedang turun (penawaran di pasar ikan sama dengan penawaran pengepul ikan)tentunya kami lebih memilih untuk menjual hasil panen ke pengebul ikan, dengan pertimbangan kita lebih menghemat tenaga.
3.Untuk menanggulangi berlebihannya hasil panen yang tak tejual terkadang kami langsung menjual ke pedagang padagang yang ada dipinggir jalan, seperti penjual masakan padang,penjual nasi pecel lele,dll.
Jikalau pada strategi ini hasil panen masih ada, terkadang kami langsung terjun memasarkan hasil panen langsung ke konsumen (masyarakat yang berlokasi disekitar rumah kami).